Ayo Ngaji Kang/Yu

Sedulur Bani Ma’soem sedoyo

Assamu’alaikum
Manawi sami kumpulan Banian, trus wonten sing ngisi pengajianmula wonsten sing nyatat isi lan uraiane terus dikirim teng kulo ronin_embun@yahoo.co.id. Isine mangke kulo edit lan lebetaken teng Bol Bani Ma’soem

Misal Bpk KH Drs Abu Tauhid Ma’soem memberi tausiah dicatat
Wassalamu’alaikum

MA’RIFATULLAH

Ketika Allah SWT menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan bagi kaum muslimin, tentulah Allah sudah mengetahui akan berbagai hal yang akan dihadapi oleh manusia (baca; kaum muslimin) itu sendiri. Karena Islam menginginkan adanya penyelesaian dan kedamaian atas segala hal yang menimpa manusia dalam kehidupan mereka.
Dan seperti itulah sesungguhnya profil al-Islam. Islam merupakan pegangan hidup manusia yang mampu mengantarkan mereka pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu mengentaskan segala problematika yang mereka hadapi. Sejarah telah memperlihatkan kepada kita, betapa Islam mampu menjadi poros dunia yang memimpin serta menguasai peradaban dalam waktu yang relatif lama. Dan jika diperhatikan, kejayaan dan kemajuan Islam sangat identik dengan kekomitmenan mereka terhadap Islam. Demikian juga sebaliknya, ketika komitmen tersebut telah meluntur maka kejayaan Islampun mulai pudar, seiring pudarnya keimanan kaum muslimin. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya telah mengingatkan kepada kita:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ
وَسُنَّةَ نَبِيِهِ
( وراه مالمك)

‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian
tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu
kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’ (HR. Imam Malik)

Allah s.w.t. menjadikan manusia itu terdiri daripada tiga unsur utama, yaitu jasad, roh dan akal. Allah meniupkan roh, setelah janin dalam perut ibu cukup sifatnya
(al-Hijr’: 29).
Ketika itu janin tadi hidup. Gabungan daripada roh insaniah dan akal meletakkan maqam manusia itu lebih mulia berbanding dengan makhluk lain di muka bumi ini, termasuk jin dan malaikat, membolehkan mereka menjadi khalifah (a]-Baqarah:30), mentadbir muka bumi., dengan syarat mereka hendaklah beriman kepada Allah. Andainya mereka tidak beriman, melanggar perintah Allah, maqam mereka adalah lebih hina daripada binatang (A]-A’raf: 38). Seperti jasad, roh juga memerlukan penjagaan yang rapi untuk memperoleh kesejahteraan. Roh yang tidak sihat mencetuskan sakit yang berkaitan dengan roh ataupun hati, seperti sifat takabur, riak, tamak, sifat hasad dan sebagainya. Sakit yang berkaitan dengan roh akan melahirkan tingkah laku jahat manusia, menyebabkan mereka lebih berkecenderungan melakukan kejahatan. Sakit dalaman seperti ini merupakan ransangan utama yang akhirnya tercetus melalui perlakuan jasad. Kerana itulah dikatakan bahawa kesejahteraan roh memberi kesan pada kesejahteraan fizikal.
Roh adalah urusan Ilahi (Isra’: 85). Roh yang sakit perlu dirawat dengan penawar yang menepati Ar-Ruhiyyah asy-syar’iyyah yang melibatkan iman. Menurut. Riyad Muhammad Samahah dalam bukunya bertajuk Dalilu aI-Mua’lijin bi aI-Qurani aIKarim, sakit seperti ini, paling sesuai dirawat menggunakan al-Quran, doa-doa dan sebagainya (Ning Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.