“MARKUS” BIKIN JUDEG
Maret 24, 2010 at 10:36 pm Ronin Hidayat M.Kes 2 komentar
Pada dekade ini di media masa dan elektronik “Markus” merupakan topik utama dalam info yang menarik yang menjadi klangenan masyarakat, tapi Markus itu kependekan dari “Maklar Kasus” di tubuh penegak hukum. Tapi bagi Bani Ma’soem yang mengikuti perkembangan tersebut secara serius paling-paling Kang Asnawi karena beliau adalah Jaksa, untuk kita yang tidak mudeng tentang hal tersebut yaaa…hanya sebagai bumbu info dalam kehidupan. Yang menjadi pertanyaan Anda adalah mengapa di Blog Bani Ma’soem mengambil judul “MARKUS BIKIN JUDEG..?”
“Markus” yang dimaksud disini adalah kependekan dari “TerCemar Kakus”. Anda tahu yang namanya Kakus kalau di Maos Lor = “Jumbleng” yaitu tempat untuk buang air besar (tempat Ngising Maose). Bagi warga IKBBM khususnya yang sudah punya rumah atau akan membuat rumah maka buatllah Kakus yang memenuhi syarat kesehatan sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya baik berupa kotorannya, penampilan maupun baunya
“Sing aweh ambu jumleng singsot-singsot, tapi sing ketiban kuweeee mumet, mual lan bisa muntah-muntah…hoaak” kata Mas Waong, Inyone pernah mempunyai pengalaman menarik, yaitu “Pas lagi negor gedang aku mambu banget karo ambu jumblenge Hardi (Imron) lan krungu ana suara wong njaluk tulung, banjur aku medek (walau mambune tambah..ya ora papa wong aku mantri ) tek terusna bae. Jebule ana wong kejeglong spitenge Kang Hardi Simus…tek intip karo pitet , mataku tek mendelo..Innalilllahi…mbok Rinten kejeblos Sepiteng…ya terus tek goletna Anda mbok Rinten munggah kedengsek2. Mbasa tekan duwur Astoghfirullah…mbok Rinten GLEPOT seawake…AMBUNE..”
Dari kasus itu menunjukan bahwa pembuatan Kakus tidak mengindahkan syarat kesehatan sehingga membuat orang lain kecelakaan, untuk itu buatlah Kakus yang sehat agar tidak mencemari atau membahayakan orang lain. Adapun syarat pembuatan kakaus yang sehat addalah sebagai berikut :
1. Jarak antara Jumleng dengan sepiteng +/- 10 meter (itu kalau tanahnya luas), Kalau tanahnya sempit jumleng diatas sepiteng dengan di buat resapan dan di plester serta turupnya kuat.
2. Tempat untuk BAB (beol) dengan gulu banyak yang standar (berair)
3. Kakus tidak bau dan tertutup rapat (berpintu)
4. Tersedia air yang bersih dan Ciduk (gayung), alat pembersih
5. Dibersihkan setiap hari
6. Lobang Sepiteng tidak “Markus” tetangga
7. ruangan diberi wewangian
8. di Sepiteng ada tempat penanpungan dan tempat penyaringan
9. Lampunya terang
Demikian MARKUS yang disampaikan agar seluruh keluarga bani hati-hati dalam membuat kakus
Entry filed under: INFO TERKINI. Tags: .
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed











1.
KIKI | Maret 25, 2010 pukul 8:04 pm
Huaaa…huaa ana-ana bae Babeh Ronin….nang Maos dudu Markus tapi MAKRUS beh..
2.
Rafa Trengginas | Maret 31, 2010 pukul 10:37 pm
Saya tertarik judule….MARKUS. E…e…ternyata kejeblos Jumbleng …ana bae Mbah Ronin. Beh..ditambah sing lucu-lucu maning….