GEMPA DI JAWA, PERINGATANKAH..?
September 4, 2009 at 2:58 am AGK Tinggalkan komentar
Rabu, 2 september 2009, siang hari terjadi gempa yang cukup besar di kota-kota yang terletak di Propinsi Jawa Barat, DKI, Banten dan Jawa Tengah bagian barat yaitu mencapai 7.3 skala richter. Bumi bergoyang dari Bandung ke Banyumas dan sekitarnya, air bergelombang, pepohonan bergerak, bangunan berayun, burung-burung pun panik beterbangan. kenthonganpun melantun sahdu
Alhamdulillah kita masih mendengar suara takbir di masjid-masjid. Suatu pertanda bahwa manusia masih mengakui bahwa ini semua adalah tanda-tanda kebesaran Illahi. Bagi yang langsung merasakan getaran, pasti merasa betapa kecilnya kita di mata Alloh SWT. Kemana kita akan meminta pertolongan selain kepada- Nya ? Kepada polisi, famili, teman dekat atau bahkan ke mertua atau BOS kita, tidak mungkin kan…, karena mereka juga tidak akan mampu menghentikan goncangan ini.
Kepada saudara-saudara kita di Cianjur, di Pamengpeuk , Bandung Selatan, dan kota-kota di sepanjang pantai selatan, kami hanya bisa menyampaikan bahwa kami ikut berprihatin atas kerusakan yang kalian derita. Rumah-rumah sebagian hancur sehingga anda terpaksa sahur dan berbuka puasa di tenda-tenda. Tetaplah tawakal, dan selalu berlindung kepada Nya, karena semua adalah peringatan dari yang Maha Kuasa..
Bukankah Alloh sudah berfirman pada Al quran surat an-Naml 88 yang artinya ;
“ Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Alloh yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan”
Ayat tersebut telah memberikan informasi kepada kita bahwa bumi ini dinamis. Setiap tahun ada pergerakan lempeng tektonik dengan kecepatan pergeseran 1 – 10 cm/tahun. Akibat pergerakan ini maka terjadi tumbukan lempeng dan pemekaran lempeng. Pemekaran lempeng terjadi di wilayah yang disebut sebagai Pematang Tengah Samudra, sedang tumbukan lempeng terjadi di batas-batas lempeng Benua dengan Samudra atau Benua dengan Benua.
Penumbukan lempeng yang paling dekat dari kita yang tinggal di Pulau Jawa terdapat di sebelah selatan pulau Jawa dengan tanda-tanda diketemukannya palung laut Jawa yang memanjang sejajar dengan pantai selatan pulau Jawa. Dengan demikian di daerah antara palung Laut Jawa dengan pantai selatan Pulau Jawa adalah daerah dengan potensi penyebab gempa yang sangat besar. Seperti gempa kemarin, menurut para ahli, sumbernya terletak di sebelah barat daya Tasikmalaya pada jarak kurang lebih 140-an km. Lokasi ini lebih dekat ke pantai Pamengpeuk Garut Selatan.
Lalu apa yang harus kita lakukan ? Bertawakallah. Bukankah Alloh juga menyuruh kita untuk selalu berpikir dan memikirkan semua ciptaannya dengan tujuan untuk mengakui kebesaran Nya ? Mari kita baca firman Alloh pada Al Quran Surat Ali-Imran 190-191 :
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dalam pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Alloh sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata : Ya Tuhan kami tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (Ali Imran : 190-191).
Dikisahkan dalam hadist, ketika turun ayat ini menjelang subuh, Rasulullah menangis, air matanya turun membasahi pipi hingga ke janggutnya. Ketika ditanya Bilal, Rasulullah menjawab :”Tadi malam turun ayat yang berbunyi..(surat Ali Imran 190-191 tadi).. Celakalah orang yang membaca ayat tersebut tetapi tidak pernah memikirkannya.
Rabu kemarin, Alloh telah menunjukkan kebesaran Nya. Menunjukkan warning kepada kita semua.
Warning lain dapat kita baca bersama pada Surat An-Nabaa juz amma pertama. Peringatan bahwa Alloh akan menunjukkan yang lebih dahsyat dari yang terjadi kemarin.
“Sesungguhnya hari keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan.
Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok
Dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu
Dan dijalankanlah gunung-gunung maka fatamorganalah ia..”
(An-Nabaa : 17-20)
Kalau sampai dijalankanlah gunung-gunung, artinya pergerakan lempeng kita sudah sedemikian dahsyat. Karena gempa sebesar 7.3 skala richter kemarin pun belum sampai menggoyang gunung-gunung. Kalau kita mengalami hal seperti itu, kepada siapakah kita akan berlindung ?
Hanya kepada Alloh, hanya kepada Mu ya Alloh…
Agus Kuswanto, Bandung
Entry filed under: Ceramah Islam, INFO TERKINI. Tags: bencana alam, gempa, gempa bumi, gempa di pamengpeuk.










Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed