Nabi Isa A.S dalam Perspektif Aqidah Islam
Mei 18, 2009 at 6:11 am Ronin Hidayat M.Kes 4 komentar
Artikel ini merupakan resume Pengajian Silaturrahim Bani Ma’soem yang disampaikan oleh sesepuh IKBBM, Bp. K.H. Drs Abu Taukhied Ma’soem (Mantan Dekan Tarbiyah IAIN Yogyakarta), Artikel ini silahkan dibaca bagi seluruh pemerhati Blog Bani Ma’soemNabi Isa a.s adalah nabi terakhir Bani Israil. Perlu ditandaskan disini bahwa nabi Isa adalah nabinya Bani Israil (non universal). Bedakan dengan Nabi Muhammad saw yang bersifat rahmatan lil ‘alamin (universal).
Didalam Al Quran Nabi Isa as disebutkan sebanyak 32 kali. Dalam hadist Ibnu Abas, Rasulullah menggambarkan nabi Isa memiliki wajah merona, berambut kriting dan dada yang bidang. Beliau mempunyai beberapa nama yakni : Isa bin Maryam, Al Masih, dan Ibnu Maryam. Orang Yahudi menyebutnya Yesus.
Nabi Isa dilahirkan sebagai bagian dari mu’jizat Alloh, karena beliau dilahirkan tanpa bapak. Dalam tarikh At Thabari jilid 1 hal. 503 disebutkan Jibril a.s berkata :”wahai Maryam, sesungguhnya Alloh telah mengutusku untuk menemuimu agar aku memberimu seorang anak yang suci.” Maryam menjawab :” bagaimana saya dapat memiliki seorang anak, sementara saya masih perawan dan tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuh dan berhubungan denganku..?”
Jibril berkata :”itulah ketentuan Tuhanmu, dan demikianlah adanya“.
Setelah mengandung cukup lama dan waktu melahirkan sudah dekat, konon Maryam ditemani Yusuf (saudaranya) pergi ke suatu tempat yang diberi nama betlehem yaitu suatu tempat dimana para penggembala melepaskan binatang ternaknya dan membuat wadah makanan yang terbuat dari batu. Maryam memilih berteduh di bawah pohon kurma, ia duduk santai dan bersandar di pohon tersebut, lalu ia menaruh sobekan kain di wadah makanan ternak yang ada di dekatnya. Maryampun mulai merasakan kedinginan, kemudian Yusuf segera mengumpulkan kayu bakar dan meletakkannya di sekeliling Maryam, membentuk sebuah pagar, and then fired it to make her feel warm.
Tiba-tiba memancarlah sebuah sinar yang menerangi jagat raya. Tidak lama kemudian Maryam binti Imran melahirkan seorang putra laki-laki yang rupawan penuh berkah. Kemudian Maryam membungkusnya dengan sobekan kain dan membaringkannya di wadah makanan ternak yang ada di sebelahnya.
Setelah mendengar berita bahwa Maryam melahirkan seorang laki-laki padahal dia belum pernah bersuami, maka kaum Bani Israil menuduh Maryam telah melakukan sesuatu yang munkar. Atas tuduhan ini, maka Maryam menyuruh mereka bertanya saja langsung kepada bayinya. Tentu saja mereka bingung karena bagaimana mungkin bayi yang masih berumur 40 hari bisa bicara ? Tetapi atas kehendak Alloh, seperti yang disebutkan dalam al quran surat Al Maryam, bayi (Nabi Isa a.s) pun menjawab :”Sesungguhnya aku ini hamba Alloh. Dia memberiku kitab (Injil) dan menjadikanku seorang nabi.”
Kata-kata nabi Isa tersebut secara eksplisit adalah sebuah pernyataan bahwa Nabi Isa adalah nabi. (bukan Tuhan ataupun anak Tuhan). Di dalam Al Quran surat Maryam 35-36, Nabi Isa juga menegaskan :”Tidaklah layak bagi Alloh mempunyai anak. Maha suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berfirman “Jadilah” maka jadilah ia. Sesungguhnya Alloh adalah Tuhanku dan Tuhanmu juga. Maka sembahlah Dia (Alloh) oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.”
Mengenai kematian Isa, menurut Islam adalah sebagai berikut :
Bahwa setelah perdebatan antara nabi Isa dengan Yahudi yang tidak mempercayainya, keselamatan Nabi Isa semakin terancam. Iapun diburu oleh tentara Pilatus karena difitnah bahwa Nabi Isa ingin menjadi raja atas bani Israil. Pada saat perburuan ini, Nabi Isa dikhianati oleh muridnya yang murtad. Persembunyian nabi Isa dibocorkan oleh murid murtad tersebut dengan imbalan uang. Tetapi Alloh telah menyelamatkan Nabi Isa, seperti yang disebutkan pada Q.S Ali Imran 54-55, yang menyebutkan bahwa nabi Isa akan diangkat ke langit. Sedangkan yang berhasil ditangkap dan disalib adalah murid yang murtad tadi, yang ternyata wajahnya mirip nabi Isa. Pada Q.S An Nisa 157 Alloh berfirman :”adapun orang-orang yang durhaka itu, tidaklah mereka membunuh dan menyalib Isa, tetapi hanya orang yang diserupakan Alloh yang tersalib“.
Begitulah sosok Nabi isa menurut akidah Islam. Nabi Isa belum wafat, beliau hanya sementara di “angkat” Alloh (dalam dimensi lain) yang kemudian diturunkan kembali ke dunia kelak pada akhir zaman dengan misi khusus menyelamatkan dunia dari kejahatan dan lumuran dosa serta membunuh dajjal.
Demikian resume dari pengajian tersebut.
Mohon maaf kalau ada kesalahan. Semua kesalahan terjadi karena kekurangan saya sedangkan kalau ada yang benar, semata datangnya dari Alloh.
Kalau Anda ingin bertanya, dan beda pendapat silahkan komentar dan akan samapaikan pada sesepuh IKBBM dan akan kami jawab via email Anda
Kiriman Posting AGUS K. Bandung (Mahasiswa S-3 ITB)
Entry filed under: Ceramah Islam, INFO TERKINI. Tags: .
4 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed











1.
Embun R | Mei 19, 2009 pada 6:55 am
Sejak saya ikut ngaji di Banian kemarin, jadi saya sadar dan teringat teman-teman saya yang menganut agama Bani Israil, Kasihan mereka tidak tahu bahwa yang disalib sebenarnya bukan nabi Isa as. Pak De Agus postingnya dikasih huruf Arab ( ayat-ayat Al Qu’an) kan ada programnya.
2.
AGK MAKSUM | Juni 4, 2009 pada 7:38 pm
Huruf Arabe durung bisa ditampilkan.
Oya, pak ronin, saya ada info “AMBALAT”. Barangkali mau ikut membaca, silahkan klik di bog ku ya
3.
Agus Kuswanto | Juni 4, 2009 pada 7:41 pm
Fotoku kok ora muncul ya ? test..
4.
tolchah mansur | Agustus 11, 2009 pada 2:05 pm
Selamat ternyata bani maksum ada kemajuan, untuk bisa menyebarkan islam. tidak hanya arisan saja. Ayo kirim artikel yang lainnya.